Lintasklaten.com – KLATEN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Sebagai langkah konkret, pihak Lapas Klaten mengundang jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten untuk melakukan peninjauan langsung terhadap lahan pertanian yang dikelola oleh Lapas, Rabu (31/12).
Kepala Lapas Klaten menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada di lingkungan Lapas maupun di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Peninjauan ini difokuskan pada pemetaan kualitas tanah, penentuan komoditas yang tepat, serta teknis perawatan agar hasil panen dapat mencapai angka maksimal.
Dalam tinjauan tersebut, tim dari DKPP memberikan sejumlah rekomendasi terkait sistem irigasi dan pemilihan pupuk organik untuk menjaga keberlanjutan lahan. Pihak DKPP menyambut baik inisiatif ini dan siap memberikan dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk penyuluhan maupun bantuan teknis lainnya.

“Kami tidak ingin sekadar menanam. Kami ingin hasil yang profesional dan berdampak. Oleh karena itu, pendampingan dari ahli di DKPP sangat krusial agar warga binaan kami memiliki bekal kemandirian yang mumpuni sekaligus berkontribusi nyata pada ketersediaan pangan daerah,” ujar Kalapas Klaten.
Lahan yang dikelola Lapas Klaten selama ini telah menghasilkan berbagai komoditas pangan. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan kapasitas produksi dapat meningkat signifikan sehingga mampu mendukung swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Selain bertujuan untuk ketahanan pangan, program ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dengan terlibat langsung dalam proses pertanian yang modern dan terukur, para warga binaan diharapkan memiliki keahlian yang dapat menjadi modal utama. saat kembali ke masyarakat nanti.
Lintasklaten.com ( Desi )






