Menu

Mode Gelap
10 Kampus Terbaik NU Versi AD Scientific Index 2024 Masudah Wakaf Foundation, Yayasan Sosial Peduli Difabel di Pati Sebaran Kursi Setiap Dapil di Kabupaten Pati Mengenal Haul Soero Dimedjo Soerat, Seorang Demang Wotan Pati Yayasan Peduli Difabel di Kajen Fasilitasi Masyarakat Akses Layanan Dinsos dan Puskesmas

Berita · 6 Mar 2026 13:17 WIB ·

Kondisi Bangunan Sangat Memprihatinkan Dan Tidak Layak, MTs Bustanul Muta’alimin Serang Tak Pernah Direnovasi Selama 25 Tahun


 Kondisi Bangunan Sangat Memprihatinkan Dan Tidak Layak, MTs Bustanul Muta’alimin Serang Tak Pernah Direnovasi Selama 25 Tahun Perbesar

 

 

 

Lintasklaten.com – SERANG –
MTs Bustanul Muta’allimin Serang menghadapi kondisi bangunan memprihatinkan, tak pernah direnovasi selama 25 tahun dengan masalah banjir dan fasilitas yang tidak layak, mengganggu proses belajar mengajar.Jumat (6/3/2026)

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bustanul Muta’allimin di Desa Curug Agung, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, menghadapi kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan. Didirikan sejak tahun 1995, madrasah ini belum pernah mendapatkan renovasi sama sekali selama 25 tahun terakhir, membuat proses belajar mengajar (KBM) dan aktivitas sekolah terganggu signifikan.

 

 

Kepala MTs Bustanul Muta’allimin, Hasan, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah hanya bertahan dengan cara “begitu begitu saja” tanpa perhatian yang cukup dari pemerintah terkait. “Kami seakan dianak tirikan, padahal bangunan sudah sangat tua dan fasilitasnya tidak layak digunakan lagi untuk mendukung proses pendidikan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Pada musim hujan, halaman sekolah sering terendam banjir yang membuat kegiatan belajar harus dihentikan atau dialihkan secara terpaksa. Ruang kelas tampak rapuh dengan banyak retakan di dinding dan lantai.

Sementara fasilitas belajar sangat sederhana  bahkan kursi yang biasanya digunakan untuk hajatan harus difungsikan sebagai tempat duduk siswa selama KBM. Ruang kantor kepala sekolah dan ruang guru juga tidak memiliki pembatas yang jelas, membuat penggunaan ruangan menjadi tidak terstruktur dan kurang nyaman.

 

 

 

“Kami bahkan belum memiliki bangunan MCK yang layak untuk digunakan siswa dan guru. Halaman sekolah masih sering becek, jumlah ruang kelas sangat minim, dan pemagaran untuk menjaga keamanan sekolah masih hanya sebatas rencana belaka,” tambah Hasan.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, Hasan tetap menyatakan komitmen untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak didik, serta mendukung program wajib belajar 9 tahun dan pengentasan kebodohan.

“Di era globalisasi saat ini, masyarakat cenderung memilih sekolah dengan fasilitas yang baik karena hal itu dapat menunjang kualitas pendidikan. Kami sangat berharap bisa memberikan lingkungan belajar yang layak dan kondusif seperti sekolah lainnya,” ujarnya penuh harapan.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Curug Agung menyatakan dukungan penuh untuk perkembangan madrasah tersebut. “Ini adalah wadah pendidikan dasar yang menjadi harapan banyak keluarga di desa kami, sehingga harus mendapatkan perhatian yang layak. Kami siap memperjuangkan dan memberikan dukungan apa pun yang kami bisa, apalagi para guru tetap menjalankan tugas dengan penuh semangat tanpa pernah mengeluh meskipun kondisi sangat terbatas,” jelasnya.

Harapan terhadap pemerintah dan pemangku kepentingan

*  Memberikan bantuan renovasi bangunan secara menyeluruh untuk memperbaiki ruang kelas, kantor sekolah, dan menyediakan fasilitas MCK yang layak dan higienis.
* ​Menangani akar masalah genangan banjir di halaman sekolah agar kegiatan belajar tidak terganggu setiap kali musim hujan tiba.

* Menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai serta mendukung pengembangan sarana prasarana lainnya seperti pemagaran keamanan dan taman belajar.

* Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dengan memberikan perhatian yang setara kepada semua lembaga pendidikan, termasuk madrasah yang berada di daerah terpencil atau kurang berkembang.

 

 

 

 

Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tenaga pendidik yang berkualitas, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang layak dan mendukung pertumbuhan anak-anak. Semoga pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi MTs Bustanul Muta’allimin agar anak-anak di desa ini dapat belajar dengan nyaman dan mampu mencapai potensi terbaik mereka,” ujar Hasan.

Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di lingkungan yang layak. Kondisi MTs Bustanul Muta’allimin yang telah bertahan selama 25 tahun tanpa renovasi seharusnya menjadi perhatian bersama.

Semoga dukungan dari berbagai pihak segera datang, sehingga madrasah ini bisa menjadi tempat pembelajaran yang kondusif dan menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat Desa Curug Agung dan sekitarnya.

 

 

 

Lintasklaten.com ( Pusoko & Tim )

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersama Anggota DPRD Klaten, Hendri Pamukas Camat Tulung Gencarkan Sosialisasi Perda : Melalui OSS Proses Perizinan Sangat Mudah

6 Maret 2026 - 16:17 WIB

Kalapas Klaten Beserta Jajaran Ikuti Sosialisasi Politik Hukum Pidana Dalam UU No 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana Secara Virtual

6 Maret 2026 - 13:34 WIB

Sosialisasi Perda Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Gedong Jetis Tulung : Miliki NIB Akan Mendapatkan Banyak Manfaat Dan Keuntungan

4 Maret 2026 - 15:17 WIB

Bingung Dan Kecewa Uang Mereka Tidak Kunjung Cair, Nasabah PD BKK Klaten Lapor Ke MAKO DAMKAR

3 Maret 2026 - 14:13 WIB

Alfamart Adakan Bukber Dengan Ratusan Member Loyal di Tjokro Hotel Klaten : Momen Berbagi Dan Apresiasi

2 Maret 2026 - 04:08 WIB

Zoom Meeting Ombudsman : Gatot Handoko Dalami Bukti Baru Kasus Dugaan Maladministrasi di DPRD Klaten

2 Maret 2026 - 00:34 WIB

Trending di Berita