Lintasklaten.com – KLATEN – Kegiatan Sosper anggota DPRD Klaten Tim 2 yang terdiri dari Alex Legiman ( PPP ), Joko Siswanto ( PDI Perjuangan ), Pandu Soejatmiko ( Golkar ), Muh.Hasyim ( PDI Perjuangan ) terkait Pencegahan dan penanggulangan penyakit kembali digelar. Kegiatan berlangsung di Aula desa Sidoharjo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten pada Kamis siang (20/11/25 ).
Hadir dalam acara tersebut Sekcam Polanharjo Nina Puspitasari, yang mewakili camat Polanharjo Moh. Prihadi yang berhalangan hadir, unsur Pemdes Sidoharjo, Kader Kesehatan, Tokoh masyarakat dan lainnya.
Untuk kegiatan Sosialisasi Perda no 4 tahun 2024 anggota DPRD Klaten dari tim 2 mengharapkan warga masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati hati dalam menghadapi musim pancaroba saat ini.

Untuk itu masyarakat harus selalu tetap menjaga kondisi kesehatan supaya imun tetap kuat dengan kondisi datangnya musim hujan, dengan adanya Sosialisasi Perda ini pemerintah berharap masyarakat sehat semua.
Alex Legiman, dalam paparannya menekankan pentingnya menjaga pola makan yang baik untuk kesehatan tubuh. Masyarakat zaman dulu makanannya sederhana dan alami akan tetapi kondisi tubuhnya menjadi kuat kekebalan tubuhnya meningkat tidak seperti anak – anak zaman sekarang.
Ini disebabkan masyarakat/ anak- anak zaman sekarang sudah jarang yang menkonsumsi makanan alami/ herbal, kebanyakan memakan makanan dari pabrik yang rawan dengan bahan pengawet. Sehingga kondisi fisik atau tubuh orang zaman sekarang fisiknya tidak sekuat orang zaman dahulu.
” Tulang anak- anak zaman sekarang tidak seperti anak- anak zaman dahulu, anak- anak zaman sekarang jatuh sedikit saja kebanyakan langsung operasi. Berbeda dengan orang zaman dahulu makanannya alami sederhana sayuran, atau dari hasil bumi lainnya tulangnya malah kuat – kuat kondisi fisiknya kuat “, ujar, “Legiman.
Di dalam kegiatan tersebut Joko Siswanto dari Fraksi PDI Perjuangan juga menyinggung terkait penggunaan Fogging ( menyemprotkan inteksida dalam bentuk kabut untuk membunuh nyamuk ). Menurutnya, inteksida yang digunakan untuk menyemprot nyamuk itu beracun sehingga membahayakan pada lingkungan, manusia, ataupun binatang disekitarnya.
” Cara Fogging itu sudah tidak digunakan, lagi, itu tidak membunuh jentik- jentik nyamuk. Makanya sudah lama tidak dilakukan Fogging”, jelasnya.
Lebih lanjut Joko Siswanto mengatakan cuaca yang sangat extrem seperti saat ini memang sangat rentan menimbulkan penyakit dan salah satunya demam berdarah.
” Cuaca saat ini panas hujan, panas hujan, salah satu antisipasi dari kami yaitu dengan menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama karena jentik – jentik nyamuk ini sangat senang kalau hidup di air yang jernih disitu ada kubangan atau ada ember bekas yang isi air dan sebagainya maka antisipasinya ini harus dilakukan kebersihan lingkungan disamping kebersihan keluarga masing-masing”, terangnya.
Trimanto, kepala desa Sidoharjo dalam kesempatan yang sama mewakili Pemdes Sidoharjo mengucapkan terimakasih kepada anggota dewan yang telah hadir dan memberikan Sosialisasi Perda no 4 tahun 2024 kepada warga masyarakat Sidoharjo.
Ia berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga Sidoharjo dan apa yang menjadi masukan dari warga masyarakat Sidoharjo dapat segera di tindak lanjuti oleh para dewan.

” Semoga dengan kegiatan ini ibu- ibu Posyandu, PKK, dan masyarakat Sidoarjo khususnya yang menjadi ujung tombak terkait tentang mensosialisasikan Perda ini dan juga dari bidan desa bisa disampaikan kemasyarakat dengan baik sehingga kedepannya masyarakat Sidoharjo sehat semua”, ungkap, Trimanto.
Trimanto juga menjelaskan di desa Sidoharjo ada kegiatan cek kesehatan, kegiatan ini bertujuan supaya masyarakat yang memiliki riwayat penyakit juga siap antisipasi dan berhati – hati dalam menjaga pola makannya.
Selain itu Pemdes Sidoharjo mempunyai cara untuk menanamkan kesadaran bagi warganya yakni dengan memberikan informasi lewat group Whatshap ( WA ) RT/RW untuk memberikan informasi dan menyarankan warganya untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.
” Di desa Sidoharjo ada 3 titik TPS ( Tempat Pembuangan Sampah ) yakni di Ploso, Sidoharjo dan di dukuh Purwogondo. InsyaAllah untuk masalah kebersihan sampah desa Sidoharjo bersih dan aman “, Pungkasnya.
Lintasklaten.com ( Pusoko )






