Lintasklaten.com – KLATEN – JAWA TENGAH, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meresmikan SMA Negeri 1 Kemalang sekaligus melaunching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Lapangan SMA Negeri 1 Kemalang, Selasa siang (19/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Forkopimda Kabupaten Klaten, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Ombudsman Jawa Tengah, Penjabat Sekda Kabupaten Klaten, kepala OPD terkait, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin menyampaikan bahwa pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 1 Kemalang merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses layanan pendidikan di wilayah blank spot atau daerah yang belum terjangkau sekolah negeri.
Ia menjelaskan, keberadaan SMA Negeri 1 Kemalang berawal dari penyelenggaraan kelas jauh yang menginduk pada SMA Negeri 1 Karangnongko sejak tahun ajaran 2021/2022 dengan dua rombongan belajar dan 72 siswa.
“Jumlah murid terus bertambah hingga tahun ajaran 2025/2026 mencapai 260 siswa. Alhamdulillah hari ini resmi diresmikan oleh Bapak Gubernur,” ujarnya.
Sadimin menambahkan, pembangunan tahap pertama sekolah tersebut menelan anggaran sebesar Rp4,98 miliar, sedangkan tahap kedua pada tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp3,784 miliar. Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klaten yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan SMA Negeri 1 Kemalang.
Selain peresmian sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Sadimin, total daya tampung SMA, SMK, dan SLB Negeri di Jawa Tengah mencapai 231.724 kursi atau sekitar 40,83 persen dari total kebutuhan.
“Seleksi SPMB memanfaatkan data yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan sehingga prosesnya lebih transparan dan terintegrasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat sekolah dan sembako kepada masyarakat oleh Gubernur Jawa Tengah didampingi Bupati Klaten dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pendidikan adalah tolak ukur kesejahteraan masyarakat. Karena itu pendidikan harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyebut pembangunan sektor pendidikan turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,38 persen. Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelaksanaan SPMB yang bersih dan transparan tanpa praktik titip-menitip.
“Saya tegaskan di Provinsi Jawa Tengah no titip-titip, no jasa penitipan. Semakin Anda menitip, semakin saya coret. Semuanya terbuka dan bisa diawasi Ombudsman,” tegasnya.
Ahmad Luthfi menambahkan kualitas pendidikan tidak ditentukan dari lokasi sekolah, melainkan dari semangat dan peluang peserta didik dalam mengembangkan diri demi masa depan yang lebih baik. Ia berharap peresmian SMA Negeri 1 Kemalang dapat menjadi langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat wilayah perbatasan.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengaku bersyukur atas terwujudnya SMA Negeri 1 Kemalang setelah melalui proses perjuangan yang cukup panjang selama tiga hingga empat tahun terakhir.
“Ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat agar kawasan perbatasan memiliki sekolah negeri sendiri. Alhamdulillah berkat kolaborasi pemerintah desa, kabupaten yang menyediakan lahan, dan pemerintah provinsi yang membangun, hari ini SMA Negeri 1 Kemalang resmi diresmikan,” tuturnya.
Hamenang berharap keberadaan SMA Negeri 1 Kemalang dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pendidikan menengah serta membantu generasi muda di wilayah Kemalang semakin dekat dengan cita-cita mereka.
Lintasklaten.com ( sbr hms Pemkab Klaten )












